Perkembangan
teknologi saat ini sangat persat, zaman sudah memasuki Internet of things (IoT)
dimana seluruh objek yang terhubung dengan computer dapat bekerja dengan
menggunakan koneksi internet yang terus berlangsung, terus terhubung dan dapat
melakukan identifikasi serta dapat melakukan aktifitas sesuai dengan yang
direncanakan antara perangkat yang satu dengan perangkat yang lainnya. IoT
dapat diterjemahkan sebagai interkoneksi antar perangkat keras yang terhubung
dengan internet atau dapat juga kemampuan menghubungkan setiap perangkat yang mungkin
untuk World Wide Web
Banyak
sekali peranan internet terhadap dunia pendidikan, selain berfungsi sebagai
jendela dunia untuk menambah wawasan dan pengetahuan, intenet juga memiliki
banyak fungsi lainnya teruma untuk sebuah ruang kelas dengan memberikan
fasilitas, koneksi agar terhubung dalam kelas antara satu siswa dengan siswa
lainnya, hal ini merupakan sarana komunikasi antara yang satu dengan yang
lainnya tanpa batasan, tidak terbatas ruang dan tempat. Tentunya dengan
penerapa IoT dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ruangan belajar dengan
teknologi IoT dapat memberikan nilai plus bagi mahasiswa, dengan adanya koneksi
internet dapat mempermudah mahasiswa belajar dengan berbagai acuan yang
diperoleh dari internet, bahkan pengetahuan yang diberikan dapat lebih berkembang.
Internet of Things (IoT) adalah suatu
konsep dimana konektifitas internet dapat bertukar informasi satu sama lainnya
dengan benda-benda yang ada disekelilingnya. Banyak yang memprediksi bahwa
Internet of Things (IoT) merupakan “the next big thing” di dunia
teknologi informasi. Hal ini dikarenakan banyak sekali potensi yang bisa
dikembangkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) tersebut.
Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat
diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur
berbasis Internet. Istilah Internet of Things awalnya disarankan oleh Kevin
Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT. Dan kini IoT menjadi
salah satu tugas bagi seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi.
Menurut
analisa McKinsey Global Institute, internet of things adalah sebuah teknologi
yang memungkinkan kita untuk menghubungkan mesin, peralatan, dan benda fisik
lainnya dengan sensor jaringan dan aktuator untuk memperoleh data dan mengelola
kinerjanya sendiri, sehingga memungkinkan mesin untuk berkolaborasi dan bahkan
bertindak berdasarkan informasi baru yang diperoleh secara independen
Definisi Alternatif
Casagras
(Coordination and support action for global RFID-related activities and
standardisation)
Mendefinisakan Internet of Things,
sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda-benda
fisik dan virtual melalui eksploitasi data capture dan kemampuan komunikasi.
Infrastruktur terdiri dari jaringan yang telah ada dan internet berikut
pengembangan jaringannya. Semua ini akan menawarkan identifikasi obyek, sensor
dan kemampuan koneksi sebagai dasar untuk pengembangan layanan dan aplikasi
ko-operatif yang independen. Ia juga ditandai dengan tingkat otonom data
capture yang tinggi, event transfer, konektivitas jaringan dan
interoperabilitas.
SAP
(Systeme, Anwendungen und Produkte)
Mendefinisikannya bahwa Dunia di mana
benda-benda fisik diintegrasikan ke dalam jaringan informasi secara
berkesinambungan, dan di mana benda-benda fisik tersebut berperan aktif dalam
proses bisnis. Layanan yang tersedia berinteraksi dengan ‘obyek pintar’ melalui
Internet, mencari dan mengubah status mereka sesuai dengan setiap informasi
yang dikaitkan, disamping memperhatikan masalah privasi dan keamanan.
CORDIS
Rencana aksi untuk Uni Eropa untuk
memperkenalkan pemerintahan berdasarkan Internet of Things.
ETP
EPOSS
Jaringan yang dibentuk oleh hal-hal atau benda yang memiliki identitas,
pada dunia maya yang beroperasi di ruang itu dengan menggunakan kecerdasan
antarmuka untuk terhubung dan berkomunikasi dengan pengguna, konteks sosial dan
lingkungan.
Dapat
kita simpulkan bahwa internet of things membuat kita membuat suatu koneksi internet
Dengan mesin dan/atau antara mesin dengan mesin, sehingga mesin-mesin tersebut
dapat berinteraksi dan bekerja secara independen sesuai dengan data yang
diperoleh dan diolahnya secara mandiri. Tujuannya adalah untuk membuat manusia
berinteraksi dengan benda dengan lebih mudah, bahkan supaya benda juga bisa
berkomunikasi dengan benda lainnya. Teknologi internet of things sangat luar
biasa. Jika sudah direalisasikan, teknologi ini tentu akan sangat memudahkan
pekerjaan manusia. Manusia tidak akan perlu lagi mengatur mesin saat
menggunakannya, tetapi mesin tersebut akan dapat mengatur dirinya sendiri dan
berinteraksi dengan mesin lain yang dapat berkolaborasi dengannya. Hal ini
membuat mesin-mesin tersebut dapat bekerja sendiri dan manusia dapat menikmati
hasil kerja mesin-mesin tersebut tanpa harus repot-repot mengatur mereka.
Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi
pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah
interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur
tangan manusia dan dalam jarak berapa pun.Internetlah yang menjadi penghubung
di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas
sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.
Tantangan terbesar dalam mengkonfigurasi Internet of Things ialah menyusun
jaringan komunikasinya sendiri, yang dimana jaringan tersebut sangatlah
kompleks, dan memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu biaya yang
mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi.
Sejarah IOT
Internet of Things adalah teknologi revolusioner yang mampu menghubungkan
semua benda-benda termasuk benda hidup dan benda mati melalui internet. Mungkin
Anda pernah berbelanja online melalui internet atau mengeprint dokumen di
kantor dari rumah melalui internet? Hal-hal tersebut merupakan contoh aplikasi
dari internet of Things yang sudah ada di dunia. Bagaimana dengan sejarah
Internet of Things? Netnesia menerjemahkan rangkuman dari FierceMobileIT yang disusun secara periodik berikut ini:
Pada bulan September 1991 Mark Weiser dengan Xerox PARC menerbitkan artikel
yang menjelaskan tentang masa depan dimana elemen-elemen hardware dan software
dihubungkan dengan kabel, gelombang radio dan infrared akan menjadi hal yang
terdapat dimana-mana dan tidak ada satu orang pun yang menyadari keberadaannya.
Pada bulan January 1992 Trojan Room Coffe Pot dijelaskan dengan detail pada
artikel Comm Week. Quentin Stafford-Fraser dan Paul Jardetzky pada Universitas
Cambridge menggunakan kamera di laboratorium Trojan Room dan menulis program
server untuk menangkap gambar dari pot setiap detiknya untuk memonitor tinggi
kopi sehingga peneliti dapat mengetahui kapan kopi sudah dapat dihidangkan.
Pada tahun 1993 Peneliti pada Universitas Columbia mengembangkan
Knowledge-based Augmented Reality for Maintenance Assistance (KARMA), yang
melapisi skematik wireframe dan instruksi perbaikan diatas peralatan yang akan
di perbaiki
Pada Bulan September
1994 B.N. Schilit dan M.M. Theimer menggunakan istilah “context-aware” untuk
pertama kalinya dalam artikel bertema Network.
Pada tahun 1995
Siemens menyiapkan departemen untuk mengembangkan dan meluncurkan modul data
GSM yang dinamakan M1 untuk aplikasi industri machine-to-machine (M2M).
Pada bulan Januari tahun 1999 Bill Joy, pendiri Sun Microsystems,
menjelaskan komunikasi device-device sebagai salah satu web yang dia impikan
pada presentasinya dalam forum ekonomi dunia. Pada tahun ini juga disebutkan
istilah Internet of Things untuk pertama kalinya Kevin
Ashton ketika bekerja di P&G.
Karakteristik
dari Internet of Things (IoT) :
·
kecerdasan : IoT di masa depan menjadi
jaringan yang terbuka dan semua perintah dilakukan secara auto- terorganisir
atau cerdas, dan dapat di operasikan dengan mudah.
·
arsitektur : dengan sistem yang kompleks
dan pengamanan yang sangat ketat, di harapkan dapat berjalan dengan baik dan
dapat di gunakan dalam jangka waktu lama.
·
faktor ukuran, waktu, dan ruang : di
haruskan memperhatikan ketiga aspek yaitu ukuran, ruang, dan waktu. karena di
butuhkan waktu yang lama dalam menyusun sebuah jaringan yang kompleks dan tidak
dapat di lakukan oleh sembarang orang.
Kelebihan
Internet of Things (IoT) : segala apapun yang kita lakukan
akan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. kita dapat mengetahui dan
mendeteksi penggunanya dimana saja. sebagai contoh seperti barcode , dengan
barcode kita dapat mengetahui mana produk yang lebih di gemari oleh orang
banyak serta dapat mengetahui apa saja barang yang harus lebih banyak di
produksi atau di kurangin jumlah produksinya, dengan barcode kita tidak perlu
susah payah menghitung secara manual.
Kekurangan
Internet of Things (IoT) : di balik kelebihan yang sangat
banyak IoT juga memiliki kelemahan karena terlalu mudahnya di gunakan sehingga
memungkinkan banyak akan bermunculan peretas atau hacker , yang dapat
menyalahgunakan penggunaan IoT, oleh sebab itu keamanan dan privasi dari IoT
itu sendiri harus lebihdi tingkatkan.
Internet of Things
dalam Pembelajraan Matematika
Alat
umum yang biasanya digunakan oleh seorang pengajar dalam menyampakan bahan ajar
melalui whiteboard atau papan tulis putih. Saat ini implementasi IoT pada papan
tulis putih dapat dikembangan dengan berbagai cara dimana konsep konvensional
guru menulis di whiteboard lalu mahasiswa mencatat apa yang telah ditulis.
Tentunya hal ini membutuhkan waktu atau proses yang lebih lama sebelum IoT
memasuki pola pembelajaran dikelas. Jika IoT diterapkan dalam whiteboard maka
yang terjadi adalah papan tulis, jika ditulis oleh guru, akan dapat langsung
memancarkan gelombang wifi yang akan tampil langsung hasilnya pada laptop mahasiswa
atau pada handphone siswa, tentunya tidak perlu mencatat ulang apa yang telah
di tulis atau disampaikan oleh guru. Seluruh percakapan tentang materi
pembelajaran akan terekam dalam whiteboard dan dikemas dalam data serta akan
terkirim melalui wifi atau internet dalam kelas ke handphone siswa. Hal ini
tentunya sangat memudahkan siswa dan guru jika lupa atau perlu mempelajari
kembali apa yang telah diajarkan atau disampaikan oleh guru maka akan mudah
mengingat hanya dengan melihat kembali materi atau video yang disampaikan.
Alat
lain seperti infocus atau proyektor, alat ini sangat berguna jika guru
mempersiapkan slidenya dan menampilkan dengan proyektor. Dengan sentuhan IoT
alat ini akan semakin lebih bermanfaat jika terhubung dengan internet yakni
dengan konsep seluruh slide yang ditampilkan guru dapat dikirimkan kepada siswa
berikut audionya. Hal ini sangat membantu siswa bahwa semua paparan yang
disampaikan dijelaskan beserta dengan penjelasannya dan sampai langsung pada siswa.
Bahkan jika terdapat beberapa pertanyaan, seluruhnya akan terekam. Tampilan
pengajaran dengan menggunakan gambar, video, atau animasi yang menarik tentunya
akan membuat siswa lebih mudah mencerna dan menangkap isi atau pesan dari
materi yang disampaikan guru serta hal utama yang dibutuhkan adalah tidak hanya
sampai disitu, bahkan jika masuk dalam perangkat handphone siswa.tentunya
aktifitas copy dan paste pada laptop guru akan semakin berkurang tentunya ini
meminimalisir penyebaran virus computer melalui flash disk.
Sumber :
https://idcloudhost.com/pengertian-internet-of-things-iot/
Dalam pembahasan IoT yang bapak paparkan pada dunia pendidikan, apakah ada dampak negatif dari penggunaan IoT Pada siswa?
ReplyDeleteJelaskan IoT yang diterapkan di Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan utamanya pada pembelajaran matematika?
ReplyDeleteApa tujuan yang ingin dicapai oleh IoT tersebut? bagaimana IoT dapat beperan secara optimal dan apa saja manfaatnya dalam bidang pendidikan?
ReplyDeletebagaimana pendapat anda apakah dengan IOT pembelajaran di kelas bisa efektif ??
ReplyDeletebagaimana pendapat anda apakah dengan IOT pembelajaran di kelas bisa efektif ??
ReplyDelete