Pendahuluan
Dewasa ini, teknologi sudah sangat berkembang. Dilihat dari perkembangannya, banyak kegiatan yang dahulu sangat tergantung oleh manusia dan atau makhluk hidup hingga sekarang sudah dapat digantikan oleh sebuah robot. Contohnya alat transportasi. Dahulu, transportasi masih menggunakan tenaga manusia. Contohnya penarik kereta kerajaan. Saat ini, sudah tidak diperlukan lagi tenaga manusia demi kelancaran transportasinya. Sudah dapat digantikan oleh mobil dan sebagainya.
Dilihat dari perkembangannya, banyak robot robot yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Dalam pendidikan, duperlukan sebuah inovasi dalam pengembangan ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran. Pada pendidikan dasar, pengaruh guru membangun ketertarikan peserta didik pada pedidikan sangat dibutuhkan. Sains dan Matematika merupakan mata pelajaran pokok yang harus diajarkan oleh guru pendidikan dasar, namun penguasaan guru terhadap materi ini sebagian besar terbatasi karena tidak terbukanya pemikiran guru untuk mengeksplor lebih jauh ilmu mereka. Sehingga sebagian guru mengajarkan pelajaran ini berdasarkan apa yang didapatkan saat menempuh pendidikan dasar (Nadelson et all., 2013).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar yang diajarkan guru pendidikan dasar saat ini mengenai sains dan matematika masih mengikuti cara kuno yang diajarkan sudah sejak lama. Sehingga dibutuhkan media pembelajaran teknologi baru untuk dalam penguasaan materi oleh peserta didik. Inovasi sebuah robot sangat di dambakan banyak orang untuk mengurangi tenaga manusia dalam melaksanakan aktivitasnya masing masing. Dalam hal pengajaran disekolah, masih sangat bergantung oleh tenaga guru dalam penyampaian dan ataupun pemraktikkan konsep atau materi yang disampaikan. Artinya, dalam proses pembelajaran diperlukan inovasi dalam mengurangi pengeluaran tenaga/kalori guru dalam proses pembelajaran. Dapat digantikan oleh robot robot mutakhir dalam pembelajarannya. Diyakini, dengan adanya robot robot menarik di kelas, akan mempermudah peserta didik dalam penyerapan materi pembelajaran yang dilakukan.
ROBOT DAN ROBOTIKA
Istilah robot berawal bahasa Cheko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal lelah atau bosan. Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor.. Definisi robot menurut beberapa sumber : Pada kamus Webster robot adalah “An automatic device that performs function ordinarily ascribed to human beings” . Pada kamus Oxford dapat diperoleh pengertian robot adalah A machine capable of carrying out a complex series of actions automatically, especially one programmed by a computer. Robot institute of America mendefinisikan arti robot sebagai berikut “A reprogammable multifunctional manipulator designed to move materials, parts, tools or other specialized devices through variable programmed motions for the performance of a variety of tasks”. International Standard Organization (ISO 8373) mendefinisikan robot sebagai: “An automatically controlled, reprogrammable, multipurpose, manipulator programmable in three or more axes, which may be either fixed in place or mobile for use in industrial automation applications”. Menurut Encyclopaedia Britannica robot adalah “mesin otomatis dioperasikan yang menggantikan tenaga manusia, meskipun mungkin tidak menyerupai manusia dalam penampilan atau melakukan fungsi dalam cara yang mirip manusia”. Merriam-Webster menggambarkan robot sebagai “mesin yang terlihat seperti manusia dan melakukan tindakan berbagai kompleks (seperti berjalan atau berbicara) dari seorang manusia”, atau “perangkat yang secara otomatis melakukan tugas tugas sering berulang rumit”, atau “mekanisme kontrol otomatis dipandu oleh”. Menurut Wikipedia Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan).
Beberapa jenis robot yang ditinjau dari bentuknya yaitu : 1. Robot Mobile Robot mobile biasanya memiliki aktuator berupa roda sebagai alat penggerak keseluruhan badannya. Base nya dapat dibuat hanya dengan menggunakan plywood atau triplek, akrilik atau aluminium. Robot mobile merupakan jenis robot yang paling diminati karena pembuatannya yang sangat mudah, setidaknya untuk membuat robot mobile seseorang harus mengerti tentang mikrokontroler dan sensor-sensor elektronik. 2. Robot Jaringan Robot jaringan bisa dibilang lebih canggih dibandingkan dengan robot mobile. Robot jaringan memungkinkan pemiliknya untuk mengontrol robot menggunakan jaringan internet dengan protokol TCP/IP. Dengan kecanggihan internet ini, koneksi robot jaringan, proses kontrol, dan monitoringnya dapat dilakukan melalui jaringan. Salah satu robot jaringan yang sudah berhasil dikembangkan adalah LIPI Wireless Robot (LWR) yang dikembangkan oleh Grup Fisika Teoritik dan Komputasi - GFTK LIPI. 3. Robot Manipulator (Tangan) Robot manipulator (tangan) hanya memiliki satu tangan saja seperti tangan manusia yang fungsinya untuk memegang atau memindahkan barang, contoh robot ini adalah robot las di Industri mobil, robot merakit elektronik dan lain-lain. 4. Robot Humanoid Penampilan dari robot humanoid menyerupai manusia bahkan robot ini dirancang khusus untuk mampu melakukan interaksi dengan peralatan maupun lingkungan yang dibuat untuk manusia. Jika di lihat secara umum pada umumnya robot yang satu ini mempunyai kepa dan bagian tubuh. Robot ini juga memiliki dua bagian kaki dan dua bagian tangan yang layaknya manusia, dan untuk bagian wajahnya robot ini juga memiliki bagian mata, mulut dan sebagainya. 5. Robot Berkaki Robot berkaki ni memiliki kaki seperti hewan atau manusia yang mampu melangkahkan kakinya, seperti robot serangga, robot kepiting dan lain-lain. 6. Flying Robot Flying robot merupakan robot yang mampu terbang, robot ini dirancang menyerupai pesawat model yang diprogram khusus untuk memonitor keadaan di tanah dari atas, dan untuk meneruskan komunikasi. 7. Underwater Robot Jenis robot yang satu ini sangatlah canggih karena dapt digunakan di bawah laut untuk memonitor kondisi bawah laut dan juga untuk mengambil sesuatu di bawah laut.
Sedangkan robotika adalah Robotika adalah satu cabang teknologi yang berhubungan dengan desain, konstruksi, operasi, disposisi struktural, pembuatan, dan aplikasi dari robot. Robotika terkait dengan ilmu pengetahuain bidang elektronika, mesin, mekanika dan perangkat lunak (software). Dari definisi diatas terlihat jelas perbedaan robot dan robotika adalah robot merupakan alat atau benda yang dapat membantu kebutuhan manusia sedangkan robotika merupakan ilmu dan teknologi dalam pembuatan robot tersebut.
PENGENALAN ROBOTIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Dalam pendidikan robotika ini sebenarnya lebih Fokus untuk mendidik siswa adalah pada pengembangan beberapa keterampilan mulai dari teori lebih komunikatif kemampuan teknis. Pendidikan robotika merupakan lingkungan belajar dimana beberapa anak akan bersama-sama mendesain dan konstruksi kreasi (objek yang memiliki karakteristik mirip dengan kehidupan manusia atau hewan). Dalam pendidikan robotika terfokus pada penciptaan robot dengan tujuan mengembangkan motorik dan kognitif keterampilan yang jauh lebih praktis.
Secara tidak langsung pembelajaran robotika ini meminta anak untuk masuk dalam sebuah tim yang saling berdiskusi dalam dan saling menghormati dalam menyampaikan pendapat dan mengekspose kemampuan masing-masing. Beda jenjang pendidikan beda pula jenis robot yang akan dipelajari sesuai karena semakin tinggi pendidikan maka akan semakin rumit robot serta pemrogramannya dan fungsi dari robot tersebut akan semakin kompleks. Robotika saat ini telah digunakan sebagai pembelajaran teknik dan juga non-teknik seperti matematika, fisika atau sains, bahasa dan musik (Studos, 2015).
Robotika juga menjadi pendamping perkembangan kognitif dan intelektual peserta didik dengan baik (Mataric, 1999). Namun kesuksesan pembelajaran robotika tidak hanya semata – mata fokus pada robot saja. Robot dimaksudkan sebagai alat, masalah yang terpenting adalah kecocokan robotika terhadap teori dan kurikulum (Alamisis 2012). Peneliti telah banyak menguji kecocokan teori dan kurikulum terhadap Robotika pada Sains dan Matematika. Pada penelitian pendidikan menengah (Nugent et al. ,2008 dan Nugent et al., 2009), dilaporkan bahwa robotika meningkatkan keterampilan peserta didik dalam operasi pecahan, rasio dan dan sistem koordinat. Kemudian hal ini mendorong pada penelitian berikutnya (Nugent et al., 2010) tentang pembelajaran bilangan desimal dan rasio yang juga sukses diterapkan pada robotika. Dari beberapa penelitian di atas, terdapat pula artikel yang terfokus pada pendidikan dasar. Dalam sebuah studi yang besar untuk kelas 2, 3, 4 di Peru menyatakan bahwa robotika telah membuat dampak perkembangan pembelajaran pada upaya pemecahan masalah dan pola bilangan (Iturrizaga & Falbel, 2000). Namun kesuksesan tersebut kurang dijelaskan secara luas bagaimana metode pendekatan yang dilakukan supaya penerapan robotika dalam pembelajaran STEM berhasil, sehingga belum dapat menjawab pertanyaan riset. Berikut dipaparkan beberapa penelitian yang dapat mendukung keberhasilan penerapan robotika sebagai media pembelajaran STEM.
Pada penelitian Sullivan (2012) LEGO Mindstorm yang dirangkai oleh peserta didik sekolah menengah menjadi robot line follower digunakan untuk pembelajaran Matematika. Ketika mengkonstruksi robot, peserta didik harus memperhitungkan sesederhana mungkin kit yang dipakai. Begitu juga dalam pemrograman, peserta didik juga harus menerapkan kode sesederhana mungkin dan menghitung berapa kali perulangan, berapa kali berputar serta menghitung jarak tempuh robot sebagai penerapan dari ilmu matematika yang didapat. Bers, Flannery, Kazakoff, & Sullivan (2014) menggunakan TangibleK Robotics untuk melatih cara berpikir teknik komputasi peserta didik pendidikan dasar umur 3-6 tahun. TangibleK Robotics diprogram untuk menirukan gerakan Hokey – Pokey, peserta didik menghitung pengulangan pada gerakan Hokey – Pokey untuk menyederhanakan program dan menerapkan ilmu matematika dalam penjumlahan. Untuk peserta didik 6 tahun ke atas, TangibleK Robotics diprogram untuk permainan “Simon Says”. Peserta didik didorong untuk berpikir komputasi kondisional robot hanya melakukan tindakan jika diberi perintah “Simon Says”. Alamisis (2012) memfokuskan penelitiannya pada pelatihan guru dalam pembelajaran sains berbasis robotika. Materi yang digunakan adalah materi gerak. Guru menggunakan robot sebagai media untuk memperhitungkan gerak lurus beraturan, dipercepat maupun diperlambat. Guru juga harus mempertimbangkan ukuran jari – jari dari roda untuk membuktikan perbedaan kecepatan dan jumlah rotasi roda antara jari – jari roda besar dan kecil.
Dengan memandang kurikulum pendidikan dasar saat ini, Robotika sudah dapat diterapkan dalam pembelajaran STEM pada Pendidikan Dasar. Peserta didik pada pendidikan dasar sudah diajarkan dasar – dasar dari seperti matematika materi penjumlahan, perkalian, pecahan, bilangan desimal dan rasio. Pada kurikulum sains juga sudah diajarkan dasar – dasar seperti jarak, waktu, kecepatan, gaya, gravitasi, gesekan, dan listrik. Walaupun materi yang diajarkan pada peserta didik pendidikan dasar tidak disertai perhitungan matematis yang kompleks, peserta didik dapat menggunakan robot sebagai media pemahaman teori dasar sebagai bekal nantinya saat kenaikan ke sekolah menengah. Disamping peserta didik menerpakan teori matematika dan sains, peserta didik juga dapat mengeksplor keterampilan teknologi dan teknik saat mengkonstruksikan robot. Banyaknya penelitian yang berhasil di bidang yang sama, walaupun mayoritas dilakukan di sekolah menengah, tetaplah sangat mendukung untuk penelitian di pendidikan dasar karena materi yang diteliti sudah diterapkan di kurikulum pembelajaran STEM. Selain materi, peralatan dan pendekatan pada sekolah menengah juga pernah diterapkan pada pendidikan dasar, sehingga penerapan robotika dalam Pembelajaran STEM pada Pendidikan Dasar dapat memberikan dampak positif pada peserta didik dan guru.
Penerapan robotika dalam pembelajaran STEM memberikan respon positif baik dari guru maupun peserta didik menurut mayoritas literatur yang diulas. Penerapan robotika pada pendidikan dasar dibutuhkan ilmu pengetahuan STEM yang luas terutama untuk guru karena memang hanya sedikit dari guru pendidikan dasar yang mengambil jurusan sains. Peserta didik pendidikan dasar harus dilibatkan secara kognitif, tingkah laku dan emosional saat menerapkan teori dalam mengkonstruksi robot agar teori dapat dipahami dengan baik. Dalam pembelajarannya, dibutuhkan bahasa pemrograman berbasis visual yang mudah dipahami oleh peserta didik pendidikan dasar bersamaan dalam menerapkan ilmu pengetahuan STEM yang didapatkan dari guru. Peserta didik terlatih berpartisipasi aktif dalam penciptaan teknologi juga membantu menyelamatkan generasi dari gaya hidup konsumtif.
Dewasa ini, teknologi sudah sangat berkembang. Dilihat dari perkembangannya, banyak kegiatan yang dahulu sangat tergantung oleh manusia dan atau makhluk hidup hingga sekarang sudah dapat digantikan oleh sebuah robot. Contohnya alat transportasi. Dahulu, transportasi masih menggunakan tenaga manusia. Contohnya penarik kereta kerajaan. Saat ini, sudah tidak diperlukan lagi tenaga manusia demi kelancaran transportasinya. Sudah dapat digantikan oleh mobil dan sebagainya.
Dilihat dari perkembangannya, banyak robot robot yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Dalam pendidikan, duperlukan sebuah inovasi dalam pengembangan ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran. Pada pendidikan dasar, pengaruh guru membangun ketertarikan peserta didik pada pedidikan sangat dibutuhkan. Sains dan Matematika merupakan mata pelajaran pokok yang harus diajarkan oleh guru pendidikan dasar, namun penguasaan guru terhadap materi ini sebagian besar terbatasi karena tidak terbukanya pemikiran guru untuk mengeksplor lebih jauh ilmu mereka. Sehingga sebagian guru mengajarkan pelajaran ini berdasarkan apa yang didapatkan saat menempuh pendidikan dasar (Nadelson et all., 2013).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar yang diajarkan guru pendidikan dasar saat ini mengenai sains dan matematika masih mengikuti cara kuno yang diajarkan sudah sejak lama. Sehingga dibutuhkan media pembelajaran teknologi baru untuk dalam penguasaan materi oleh peserta didik. Inovasi sebuah robot sangat di dambakan banyak orang untuk mengurangi tenaga manusia dalam melaksanakan aktivitasnya masing masing. Dalam hal pengajaran disekolah, masih sangat bergantung oleh tenaga guru dalam penyampaian dan ataupun pemraktikkan konsep atau materi yang disampaikan. Artinya, dalam proses pembelajaran diperlukan inovasi dalam mengurangi pengeluaran tenaga/kalori guru dalam proses pembelajaran. Dapat digantikan oleh robot robot mutakhir dalam pembelajarannya. Diyakini, dengan adanya robot robot menarik di kelas, akan mempermudah peserta didik dalam penyerapan materi pembelajaran yang dilakukan.
ROBOT DAN ROBOTIKA
Istilah robot berawal bahasa Cheko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal lelah atau bosan. Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor.. Definisi robot menurut beberapa sumber : Pada kamus Webster robot adalah “An automatic device that performs function ordinarily ascribed to human beings” . Pada kamus Oxford dapat diperoleh pengertian robot adalah A machine capable of carrying out a complex series of actions automatically, especially one programmed by a computer. Robot institute of America mendefinisikan arti robot sebagai berikut “A reprogammable multifunctional manipulator designed to move materials, parts, tools or other specialized devices through variable programmed motions for the performance of a variety of tasks”. International Standard Organization (ISO 8373) mendefinisikan robot sebagai: “An automatically controlled, reprogrammable, multipurpose, manipulator programmable in three or more axes, which may be either fixed in place or mobile for use in industrial automation applications”. Menurut Encyclopaedia Britannica robot adalah “mesin otomatis dioperasikan yang menggantikan tenaga manusia, meskipun mungkin tidak menyerupai manusia dalam penampilan atau melakukan fungsi dalam cara yang mirip manusia”. Merriam-Webster menggambarkan robot sebagai “mesin yang terlihat seperti manusia dan melakukan tindakan berbagai kompleks (seperti berjalan atau berbicara) dari seorang manusia”, atau “perangkat yang secara otomatis melakukan tugas tugas sering berulang rumit”, atau “mekanisme kontrol otomatis dipandu oleh”. Menurut Wikipedia Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan).
Beberapa jenis robot yang ditinjau dari bentuknya yaitu : 1. Robot Mobile Robot mobile biasanya memiliki aktuator berupa roda sebagai alat penggerak keseluruhan badannya. Base nya dapat dibuat hanya dengan menggunakan plywood atau triplek, akrilik atau aluminium. Robot mobile merupakan jenis robot yang paling diminati karena pembuatannya yang sangat mudah, setidaknya untuk membuat robot mobile seseorang harus mengerti tentang mikrokontroler dan sensor-sensor elektronik. 2. Robot Jaringan Robot jaringan bisa dibilang lebih canggih dibandingkan dengan robot mobile. Robot jaringan memungkinkan pemiliknya untuk mengontrol robot menggunakan jaringan internet dengan protokol TCP/IP. Dengan kecanggihan internet ini, koneksi robot jaringan, proses kontrol, dan monitoringnya dapat dilakukan melalui jaringan. Salah satu robot jaringan yang sudah berhasil dikembangkan adalah LIPI Wireless Robot (LWR) yang dikembangkan oleh Grup Fisika Teoritik dan Komputasi - GFTK LIPI. 3. Robot Manipulator (Tangan) Robot manipulator (tangan) hanya memiliki satu tangan saja seperti tangan manusia yang fungsinya untuk memegang atau memindahkan barang, contoh robot ini adalah robot las di Industri mobil, robot merakit elektronik dan lain-lain. 4. Robot Humanoid Penampilan dari robot humanoid menyerupai manusia bahkan robot ini dirancang khusus untuk mampu melakukan interaksi dengan peralatan maupun lingkungan yang dibuat untuk manusia. Jika di lihat secara umum pada umumnya robot yang satu ini mempunyai kepa dan bagian tubuh. Robot ini juga memiliki dua bagian kaki dan dua bagian tangan yang layaknya manusia, dan untuk bagian wajahnya robot ini juga memiliki bagian mata, mulut dan sebagainya. 5. Robot Berkaki Robot berkaki ni memiliki kaki seperti hewan atau manusia yang mampu melangkahkan kakinya, seperti robot serangga, robot kepiting dan lain-lain. 6. Flying Robot Flying robot merupakan robot yang mampu terbang, robot ini dirancang menyerupai pesawat model yang diprogram khusus untuk memonitor keadaan di tanah dari atas, dan untuk meneruskan komunikasi. 7. Underwater Robot Jenis robot yang satu ini sangatlah canggih karena dapt digunakan di bawah laut untuk memonitor kondisi bawah laut dan juga untuk mengambil sesuatu di bawah laut.
Sedangkan robotika adalah Robotika adalah satu cabang teknologi yang berhubungan dengan desain, konstruksi, operasi, disposisi struktural, pembuatan, dan aplikasi dari robot. Robotika terkait dengan ilmu pengetahuain bidang elektronika, mesin, mekanika dan perangkat lunak (software). Dari definisi diatas terlihat jelas perbedaan robot dan robotika adalah robot merupakan alat atau benda yang dapat membantu kebutuhan manusia sedangkan robotika merupakan ilmu dan teknologi dalam pembuatan robot tersebut.
PENGENALAN ROBOTIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Dalam pendidikan robotika ini sebenarnya lebih Fokus untuk mendidik siswa adalah pada pengembangan beberapa keterampilan mulai dari teori lebih komunikatif kemampuan teknis. Pendidikan robotika merupakan lingkungan belajar dimana beberapa anak akan bersama-sama mendesain dan konstruksi kreasi (objek yang memiliki karakteristik mirip dengan kehidupan manusia atau hewan). Dalam pendidikan robotika terfokus pada penciptaan robot dengan tujuan mengembangkan motorik dan kognitif keterampilan yang jauh lebih praktis.
Secara tidak langsung pembelajaran robotika ini meminta anak untuk masuk dalam sebuah tim yang saling berdiskusi dalam dan saling menghormati dalam menyampaikan pendapat dan mengekspose kemampuan masing-masing. Beda jenjang pendidikan beda pula jenis robot yang akan dipelajari sesuai karena semakin tinggi pendidikan maka akan semakin rumit robot serta pemrogramannya dan fungsi dari robot tersebut akan semakin kompleks. Robotika saat ini telah digunakan sebagai pembelajaran teknik dan juga non-teknik seperti matematika, fisika atau sains, bahasa dan musik (Studos, 2015).
Robotika juga menjadi pendamping perkembangan kognitif dan intelektual peserta didik dengan baik (Mataric, 1999). Namun kesuksesan pembelajaran robotika tidak hanya semata – mata fokus pada robot saja. Robot dimaksudkan sebagai alat, masalah yang terpenting adalah kecocokan robotika terhadap teori dan kurikulum (Alamisis 2012). Peneliti telah banyak menguji kecocokan teori dan kurikulum terhadap Robotika pada Sains dan Matematika. Pada penelitian pendidikan menengah (Nugent et al. ,2008 dan Nugent et al., 2009), dilaporkan bahwa robotika meningkatkan keterampilan peserta didik dalam operasi pecahan, rasio dan dan sistem koordinat. Kemudian hal ini mendorong pada penelitian berikutnya (Nugent et al., 2010) tentang pembelajaran bilangan desimal dan rasio yang juga sukses diterapkan pada robotika. Dari beberapa penelitian di atas, terdapat pula artikel yang terfokus pada pendidikan dasar. Dalam sebuah studi yang besar untuk kelas 2, 3, 4 di Peru menyatakan bahwa robotika telah membuat dampak perkembangan pembelajaran pada upaya pemecahan masalah dan pola bilangan (Iturrizaga & Falbel, 2000). Namun kesuksesan tersebut kurang dijelaskan secara luas bagaimana metode pendekatan yang dilakukan supaya penerapan robotika dalam pembelajaran STEM berhasil, sehingga belum dapat menjawab pertanyaan riset. Berikut dipaparkan beberapa penelitian yang dapat mendukung keberhasilan penerapan robotika sebagai media pembelajaran STEM.
Pada penelitian Sullivan (2012) LEGO Mindstorm yang dirangkai oleh peserta didik sekolah menengah menjadi robot line follower digunakan untuk pembelajaran Matematika. Ketika mengkonstruksi robot, peserta didik harus memperhitungkan sesederhana mungkin kit yang dipakai. Begitu juga dalam pemrograman, peserta didik juga harus menerapkan kode sesederhana mungkin dan menghitung berapa kali perulangan, berapa kali berputar serta menghitung jarak tempuh robot sebagai penerapan dari ilmu matematika yang didapat. Bers, Flannery, Kazakoff, & Sullivan (2014) menggunakan TangibleK Robotics untuk melatih cara berpikir teknik komputasi peserta didik pendidikan dasar umur 3-6 tahun. TangibleK Robotics diprogram untuk menirukan gerakan Hokey – Pokey, peserta didik menghitung pengulangan pada gerakan Hokey – Pokey untuk menyederhanakan program dan menerapkan ilmu matematika dalam penjumlahan. Untuk peserta didik 6 tahun ke atas, TangibleK Robotics diprogram untuk permainan “Simon Says”. Peserta didik didorong untuk berpikir komputasi kondisional robot hanya melakukan tindakan jika diberi perintah “Simon Says”. Alamisis (2012) memfokuskan penelitiannya pada pelatihan guru dalam pembelajaran sains berbasis robotika. Materi yang digunakan adalah materi gerak. Guru menggunakan robot sebagai media untuk memperhitungkan gerak lurus beraturan, dipercepat maupun diperlambat. Guru juga harus mempertimbangkan ukuran jari – jari dari roda untuk membuktikan perbedaan kecepatan dan jumlah rotasi roda antara jari – jari roda besar dan kecil.
Dengan memandang kurikulum pendidikan dasar saat ini, Robotika sudah dapat diterapkan dalam pembelajaran STEM pada Pendidikan Dasar. Peserta didik pada pendidikan dasar sudah diajarkan dasar – dasar dari seperti matematika materi penjumlahan, perkalian, pecahan, bilangan desimal dan rasio. Pada kurikulum sains juga sudah diajarkan dasar – dasar seperti jarak, waktu, kecepatan, gaya, gravitasi, gesekan, dan listrik. Walaupun materi yang diajarkan pada peserta didik pendidikan dasar tidak disertai perhitungan matematis yang kompleks, peserta didik dapat menggunakan robot sebagai media pemahaman teori dasar sebagai bekal nantinya saat kenaikan ke sekolah menengah. Disamping peserta didik menerpakan teori matematika dan sains, peserta didik juga dapat mengeksplor keterampilan teknologi dan teknik saat mengkonstruksikan robot. Banyaknya penelitian yang berhasil di bidang yang sama, walaupun mayoritas dilakukan di sekolah menengah, tetaplah sangat mendukung untuk penelitian di pendidikan dasar karena materi yang diteliti sudah diterapkan di kurikulum pembelajaran STEM. Selain materi, peralatan dan pendekatan pada sekolah menengah juga pernah diterapkan pada pendidikan dasar, sehingga penerapan robotika dalam Pembelajaran STEM pada Pendidikan Dasar dapat memberikan dampak positif pada peserta didik dan guru.
Penerapan robotika dalam pembelajaran STEM memberikan respon positif baik dari guru maupun peserta didik menurut mayoritas literatur yang diulas. Penerapan robotika pada pendidikan dasar dibutuhkan ilmu pengetahuan STEM yang luas terutama untuk guru karena memang hanya sedikit dari guru pendidikan dasar yang mengambil jurusan sains. Peserta didik pendidikan dasar harus dilibatkan secara kognitif, tingkah laku dan emosional saat menerapkan teori dalam mengkonstruksi robot agar teori dapat dipahami dengan baik. Dalam pembelajarannya, dibutuhkan bahasa pemrograman berbasis visual yang mudah dipahami oleh peserta didik pendidikan dasar bersamaan dalam menerapkan ilmu pengetahuan STEM yang didapatkan dari guru. Peserta didik terlatih berpartisipasi aktif dalam penciptaan teknologi juga membantu menyelamatkan generasi dari gaya hidup konsumtif.
pada k13 efektifkah penggunaan robot ini ?
ReplyDeleteapakh dengan penggunaan robot ini tidak merubah mindset guru bahwa segala sesuatu akan terlaksana dengan baik jika dilakukan oleh teknologi yang caanggih? jelaskan dampak pemggunaan robot dalam pembelajaran
bagaimana seharusnya penerapan robot dalam proses pembelajaran matematika ? serta efektifkah penggunaan robot ini ?
ReplyDeleteRobot merupakan tool baru yang kreatif dan bermanfaat dalam proses pendidikan formal (di sekolah) maupun informal melalui pendekatan problem-solving dimana siswa atau anak aktif secara fisik turut serta dalam proses tersebut. Dengan robot, siswa/anak akan merasakan secara sungguh-sungguh sebagai ilmuwan (scientists), engineer, perancang dan pembangun dibandingkan kalau hanya menggunakan kertas dan pensil. Sedangkan untuk game itu sendiri bermanfaat untuk siswa secara kognitif dan interktif dimana siswa atau anak bisa bercerita melalui game – game yang dibuat, dengan game siswa/anak menjadi lebih berimajinasi, dan aktif dalam belajar mengembangkan logika anak bahkan untuk siswa
ReplyDelete